Botol Kosmetik Kosong Kini Bisa Dikembalikan di Klinik hingga Halte Transjakarta
- Sabtu, 19 September 2026
JAKARTA — Kemasan kosmetik yang sudah habis isinya tidak lagi otomatis berakhir di tempat sampah. Produsen dan peritel mulai menjemput botol, tube, serta wadah pompa agar kembali masuk jalur pengumpulan dan daur ulang.
Riset Institut Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) pada 2023 menyebut setiap orang menghasilkan limbah kosmetik satu kemasan per bulan. Satu orang juga menghasilkan limbah kemasan skincare 0,3 kemasan per bulan.
Studi ITB pada 2024 menyebut wadah plastik mencapai 61 persen dari total kemasan yang digunakan industri kosmetik. Bahan kemasan sebagian besar berupa botol dan palet dari plastik, terutama Polyethylene Terephthalate (PET).
Baca JugaMalam Tinju Car Free Night di Lubuk Pakam Jadi Ajang Unjuk Bakat Petinju Muda Deli Serdang
Dari Mesin Reverse Vending hingga Drop Box di Gerai Ritel
Sejak 2022, ERHA membuka titik pengembalian kemasan kosong di jaringan kliniknya lewat program Start to Change. Dua tahun kemudian, pada 2024, mereka meluncurkan Cosmetic Reverse Vending Machine (CRVM) hasil kerja sama dengan Plasticpay.
Mesin itu tidak hanya menerima kemasan ERHA, tetapi juga kemasan kosmetik berbagai merek. Teknologi kecerdasan buatan yang ditanam pada mesin mengenali bentuk kemasan yang dikembalikan. Kemasan yang dimasukkan dikonversi menjadi poin yang bisa dipakai belanja produk ERHA.
Dalam peluncuran mesin tersebut, ERHA mengklaim program Start to Change berhasil mengumpulkan 623.521 kemasan kosmetik bekas. Program itu juga mengelola 16 ton kemasan kosmetik bekas ERHA dan melibatkan 37.735 pelanggan.
Pada Agustus 2024, jaringan klinik kecantikan dan estetika ini menyebut pengolahan kemasan kosongnya mencapai sekitar 750 kilogram per bulan di seluruh Indonesia.
Kao dan Watsons Jalankan Do Good Box di Lima Gerai
Jaringan ritel juga bergerak. Pada September 2026, Kao Indonesia dan Watsons Indonesia menjalankan program Bring Back Goodness melalui Do Good Box di lima gerai Watsons.
Konsumen yang mengembalikan kemasan Kao mendapat insentif. Syaratnya, kemasan harus sudah kosong, bersih, dan kering.
Cara pengembaliannya beragam: mesin reverse vending, drop box, dan titik pengembalian di toko. Semuanya mengarah pada satu tujuan, mengurangi limbah plastik dari penggunaan kosmetik.
Mengapa Kemasan Kosong Tetap Jadi Persoalan
Botol, tube, dan kemasan jenis pompa yang masuk tempat sampah sebenarnya bisa diolah lagi. Namun tidak sedikit yang berserak di lingkungan dan berakhir menjadi polutan.
Jika tidak dipilah dan diantar ke pengolahan, kemasan itu berbaur bersama sampah rumah tangga lainnya. Konsumen tidak cukup diminta membuang pada tempat yang benar — kemasan perlu dijemput.
Urusan belum selesai setelah isinya kosong. Kemasan bekas harus menemukan jalan pulang. Bila kemasan-kemasan itu benar-benar menjalani proses daur ulang, beragam program pengembalian tersebut telah menjadi bagian dari ekonomi sirkular.
Redaksi
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Raih Skor 90,76, Prodi Hukum USM Jadi yang Terbaik 1 di Peringatan HUT ke-81 RI
- Selasa, 18 Agustus 2026
Berita Lainnya
Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold
- Minggu, 20 September 2026
Transaksi Pameran MTQ di Semarang Tembus Rp2,4 Miliar, Kontrak UMKM Rp7,54 Miliar
- Minggu, 20 September 2026










