Minggu, 20 September 2026

Botol Kosmetik Kosong Kini Bisa Dikembalikan di Klinik hingga Halte Transjakarta

Botol Kosmetik Kosong Kini Bisa Dikembalikan di Klinik hingga Halte Transjakarta

JAKARTA — Kemasan kosmetik yang sudah habis isinya tidak lagi otomatis berakhir di tempat sampah. Produsen dan peritel mulai menjemput botol, tube, serta wadah pompa agar kembali masuk jalur pengumpulan dan daur ulang.

Riset Institut Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) pada 2023 menyebut setiap orang menghasilkan limbah kosmetik satu kemasan per bulan. Satu orang juga menghasilkan limbah kemasan skincare 0,3 kemasan per bulan.

Studi ITB pada 2024 menyebut wadah plastik mencapai 61 persen dari total kemasan yang digunakan industri kosmetik. Bahan kemasan sebagian besar berupa botol dan palet dari plastik, terutama Polyethylene Terephthalate (PET).

Baca Juga

Malam Tinju Car Free Night di Lubuk Pakam Jadi Ajang Unjuk Bakat Petinju Muda Deli Serdang

Dari Mesin Reverse Vending hingga Drop Box di Gerai Ritel

Sejak 2022, ERHA membuka titik pengembalian kemasan kosong di jaringan kliniknya lewat program Start to Change. Dua tahun kemudian, pada 2024, mereka meluncurkan Cosmetic Reverse Vending Machine (CRVM) hasil kerja sama dengan Plasticpay.

Mesin itu tidak hanya menerima kemasan ERHA, tetapi juga kemasan kosmetik berbagai merek. Teknologi kecerdasan buatan yang ditanam pada mesin mengenali bentuk kemasan yang dikembalikan. Kemasan yang dimasukkan dikonversi menjadi poin yang bisa dipakai belanja produk ERHA.

Dalam peluncuran mesin tersebut, ERHA mengklaim program Start to Change berhasil mengumpulkan 623.521 kemasan kosmetik bekas. Program itu juga mengelola 16 ton kemasan kosmetik bekas ERHA dan melibatkan 37.735 pelanggan.

Pada Agustus 2024, jaringan klinik kecantikan dan estetika ini menyebut pengolahan kemasan kosongnya mencapai sekitar 750 kilogram per bulan di seluruh Indonesia.

Kao dan Watsons Jalankan Do Good Box di Lima Gerai

Jaringan ritel juga bergerak. Pada September 2026, Kao Indonesia dan Watsons Indonesia menjalankan program Bring Back Goodness melalui Do Good Box di lima gerai Watsons.

Konsumen yang mengembalikan kemasan Kao mendapat insentif. Syaratnya, kemasan harus sudah kosong, bersih, dan kering.

Cara pengembaliannya beragam: mesin reverse vending, drop box, dan titik pengembalian di toko. Semuanya mengarah pada satu tujuan, mengurangi limbah plastik dari penggunaan kosmetik.

Mengapa Kemasan Kosong Tetap Jadi Persoalan

Botol, tube, dan kemasan jenis pompa yang masuk tempat sampah sebenarnya bisa diolah lagi. Namun tidak sedikit yang berserak di lingkungan dan berakhir menjadi polutan.

Jika tidak dipilah dan diantar ke pengolahan, kemasan itu berbaur bersama sampah rumah tangga lainnya. Konsumen tidak cukup diminta membuang pada tempat yang benar — kemasan perlu dijemput.

Urusan belum selesai setelah isinya kosong. Kemasan bekas harus menemukan jalan pulang. Bila kemasan-kemasan itu benar-benar menjalani proses daur ulang, beragam program pengembalian tersebut telah menjadi bagian dari ekonomi sirkular.

Redaksi

Redaksi

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold

Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold

MU ke Craven Cottage, Incar Kemenangan Pertama Lawan Fulham

MU ke Craven Cottage, Incar Kemenangan Pertama Lawan Fulham

Mulai Senin, Perjalanan Line Bogor Kembali Normal 1.065 Trip per Hari

Mulai Senin, Perjalanan Line Bogor Kembali Normal 1.065 Trip per Hari

Transaksi Pameran MTQ di Semarang Tembus Rp2,4 Miliar, Kontrak UMKM Rp7,54 Miliar

Transaksi Pameran MTQ di Semarang Tembus Rp2,4 Miliar, Kontrak UMKM Rp7,54 Miliar

ETH Melompat 7,41 Persen, Sentuh Level USD 2.633

ETH Melompat 7,41 Persen, Sentuh Level USD 2.633