Warga Jakarta Perlu Tahu: 500 Mahasiswa Batam Digembleng OJK Soal Literasi Keuangan Digital
- Kamis, 03 September 2026
TEROPONGBISNIS.ID — Kegiatan yang berlangsung di Politeknik Negeri Batam ini menjadi rangkaian Forum Sinergi Pengembangan Ekonomi Daerah melalui Pemanfaatan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK). Forum itu mempertemukan OJK, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, Bank Indonesia, Kementerian Keuangan, perbankan daerah, asosiasi industri, hingga akademisi.
Risiko di Balik Lonjakan Transaksi Kripto dan Fintech
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Adi Budiarso, menegaskan generasi muda berada di momen penting transformasi digital. Namun, ia mengingatkan bahwa euforia terhadap kemudahan bertransaksi kerap menutup mata akan bahaya laten seperti fluktuasi harga, kebocoran data, hingga potensi penipuan.
“Yang kita butuhkan adalah memastikan partisipasi itu dilandasi pemahaman yang kuat, bukan sekadar ikut arus,” ujar Adi dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (2/9/2026).
Baca JugaPenyitaan Produk Ekspor Kedaluwarsa Palsu di Mumbai Capai Rp 1,41 Miliar, Libatkan Nestle dan Pepsi
Faktor psikologis seperti Fear of Missing Out (FOMO) juga disorot sebagai pemicu utama keputusan finansial yang tidak rasional. OJK menilai, keputusan berinvestasi seharusnya lahir dari pemahaman mekanisme produk, bukan tekanan sosial sesaat.
Berapa Besar Ekosistem Keuangan Digital Indonesia?
Data OJK hingga Juli 2026 mencatat 16 Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) yang melayani lebih dari 19 juta pengguna dengan total nilai transaksi Rp15,35 triliun. Di segmen pemeringkat kredit alternatif (PKA), terdapat delapan penyelenggara yang telah memproses 184 juta hit dengan total aset mencapai Rp564 miliar.
Sektor aset kripto bahkan lebih agresif. Jumlah akun konsumen kripto di Indonesia tembus 22,93 juta akun, dengan nilai transaksi sepanjang 2026 mencapai Rp171,12 triliun.
Materi yang Dipaparkan ke Mahasiswa
OJK menekankan pentingnya hanya bertransaksi di platform legal dan berizin. Panel diskusi bertajuk “Mengenal Ekosistem ITSK, Kripto, Tokenisasi RWA, dan Stablecoin” menghadirkan Kepala Grup Inovasi Keuangan Digital OJK Lutfi Alkatiri, Direktur Eksekutif Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) Kirana Soehaimi, serta Riza Mauly Kristanto dari Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH).
Kegiatan ini merupakan wujud konkret OJK dalam mencetak pengguna sekaligus talenta kompeten di bidang ekonomi digital. Dengan bekal ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktor yang turut mengawal pertumbuhan ekosistem keuangan digital di daerahnya masing-masing.
Redaksi
teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.
Rekomendasi
Raih Skor 90,76, Prodi Hukum USM Jadi yang Terbaik 1 di Peringatan HUT ke-81 RI
- Selasa, 18 Agustus 2026
Berita Lainnya
Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold
- Minggu, 20 September 2026
Transaksi Pameran MTQ di Semarang Tembus Rp2,4 Miliar, Kontrak UMKM Rp7,54 Miliar
- Minggu, 20 September 2026










