Minggu, 20 September 2026

Pasar Jakarta Menanti Arah Kebijakan Bos BI Baru di Tengah Rupiah Tembus Rp17.750

Pasar Jakarta Menanti Arah Kebijakan Bos BI Baru di Tengah Rupiah Tembus Rp17.750
Rupiah melemah ke level Rp17.750 per dolar AS pada perdagangan Kamis (28/8/2025).

TEROPONGBISNIS.ID — Tekanan terhadap mata uang Garuda masih berlanjut. Berdasarkan data Refinitiv, posisi Rp17.750/US$ tersebut memangkas penguatan tipis 0,06% yang sempat diraih rupiah pada Rabu kemarin di level Rp17.695/US$.

Situasi ini berbanding terbalik dengan pergerakan indeks dolar AS (DXY) yang justru terpantau melemah tipis 0,05% ke posisi 99,119 pada pukul 09.00 WIB. Meski terkoreksi, posisi greenback masih bertahan di dekat level tertingginya dalam sepekan terakhir.

Inflasi AS Masih Jadi Hantu bagi Mata Uang Negara Berkembang

Kuatnya dolar AS tidak lepas dari data inflasi terbaru Amerika Serikat. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE) AS tercatat naik 3,7% secara tahunan pada Juli, sedikit lebih tinggi dari perkiraan pasar yang sebesar 3,6%.

Baca Juga

Kilas Balik Bank Mandiri: Empat BUMN Melebur di Tengah Badai Krisis 1998

Angka inflasi yang masih panas ini membuat ekspektasi kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve (The Fed) tetap terbuka lebar. Akibatnya, imbal hasil obligasi AS masih menarik, sehingga ruang penguatan mata uang negara berkembang seperti rupiah menjadi semakin sempit.

Pasar Menanti Arah Kebijakan BI di Bawah Pimpinan Baru

Dari dalam negeri, perhatian investor tertuju pada hasil uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Gubernur BI dan jajaran Dewan Gubernur yang akan diumumkan sore ini. Calon Gubernur BI Destry Damayanti dan calon Deputi Gubernur Senior Aida S telah menjalani uji kelayakan di Komisi XI DPR pada Rabu kemarin. Keduanya merupakan calon tunggal yang diajukan Presiden Prabowo Subianto.

Sementara itu, dua calon Deputi Gubernur BI lainnya, yakni Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori, dijadwalkan menjalani uji kelayakan pada hari ini. Penetapan resmi akan dilakukan dalam rapat paripurna DPR pada Selasa (1/9/2026).

Hasil seleksi ini menjadi krusial karena susunan pimpinan baru BI akan menentukan arah kebijakan moneter ke depan, termasuk strategi menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem pembayaran.

Janji 'Smart Intervention' untuk Jaga Rupiah

Dalam paparannya di hadapan Komisi XI DPR, Destry Damayanti menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas rupiah. Ia menyebut BI Rate akan tetap menjadi instrumen utama yang diarahkan secara pre-emptive dan forward looking.

"Stabilisasi nilai tukar rupiah akan terus diperkuat melalui smart intervention. Operasi moneter pro-market akan dioptimalkan agar transmisi kebijakan semakin efektif dan likuiditas tetap memadai bagi pasar uang, perbankan, dan sektor riil," ujar Destry dalam uji kelayakan.

Pernyataan tersebut memberi sinyal bahwa prioritas BI ke depan adalah keseimbangan antara stabilitas nilai tukar dan kebutuhan likuiditas untuk menggerakkan roda ekonomi. Pasar pun akan mencermati apakah kebijakan ini mampu meredam gejolak rupiah di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Redaksi

Redaksi

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold

Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold

MU ke Craven Cottage, Incar Kemenangan Pertama Lawan Fulham

MU ke Craven Cottage, Incar Kemenangan Pertama Lawan Fulham

Mulai Senin, Perjalanan Line Bogor Kembali Normal 1.065 Trip per Hari

Mulai Senin, Perjalanan Line Bogor Kembali Normal 1.065 Trip per Hari

Transaksi Pameran MTQ di Semarang Tembus Rp2,4 Miliar, Kontrak UMKM Rp7,54 Miliar

Transaksi Pameran MTQ di Semarang Tembus Rp2,4 Miliar, Kontrak UMKM Rp7,54 Miliar

ETH Melompat 7,41 Persen, Sentuh Level USD 2.633

ETH Melompat 7,41 Persen, Sentuh Level USD 2.633