Minggu, 20 September 2026

Subsidi LPG 3 Kg dan Listrik Makan Porsi Terbesar RAPBN 2027, Tembus Rp 244 Triliun

Subsidi LPG 3 Kg dan Listrik Makan Porsi Terbesar RAPBN 2027, Tembus Rp 244 Triliun
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan alokasi subsidi energi dan non-energi dalam RAPBN 2027.

DKI JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa anggaran subsidi energi tahun depan mencapai Rp 272,95 triliun, sementara subsidi non-energi dialokasikan sebesar Rp 114,9 triliun. Kebijakan ini dirancang untuk mengakselerasi penurunan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sekaligus mempertajam akurasi data penerima subsidi agar tepat sasaran.

Komposisi Subsidi: Listrik Kuasai Anggaran, LPG 3 Kg Terbesar Kedua

Jika dirinci, subsidi listrik menjadi pos terbesar dengan alokasi Rp 130,1 triliun. Subsidi LPG tabung 3 kilogram menyusul di angka Rp 114,1 triliun, dan subsidi untuk jenis BBM tertentu hanya dipatok Rp 28,7 triliun.

Angka subsidi listrik ini mencatat tren peningkatan rata-rata 12,9 persen per tahun sejak 2022. Realisasinya naik dari Rp 56,24 triliun pada 2022 menjadi Rp 81,03 triliun pada 2025, dan diperkirakan mencapai Rp 110,41 triliun pada outlook 2026. Pergerakan ini dipengaruhi harga minyak mentah Indonesia, nilai tukar rupiah, volume listrik bersubsidi, serta pembayaran kekurangan subsidi tahun sebelumnya.

Baca Juga

Impact Papua di Jayapura Hadirkan 240 Karya Fotografi, Fashion Show Noken hingga Film Dokumenter untuk Ekonomi Kreatif

Volume Penyaluran LPG dan Minyak Tanah Terus Naik

Untuk LPG tabung 3 kg, realisasi penyaluran menunjukkan tren meningkat dari 7,8 juta metrik ton pada 2022 menjadi 8,5 juta metrik ton pada 2025. Namun, kuota penyaluran pada outlook 2026 justru ditetapkan lebih rendah, yakni 8,0 juta metrik ton.

Sementara itu, volume penyaluran minyak tanah juga bergerak naik dari 488,5 ribu kiloliter pada 2022 menjadi 507,8 ribu kiloliter pada 2025. Untuk 2026, kuota diproyeksikan mencapai 526 ribu kiloliter.

Subsidi Solar: Dari Rp 500 ke Rp 1.000 per Liter

Dari sisi harga, subsidi untuk minyak solar mengalami perubahan signifikan. Pada 2022, subsidi solar tercatat Rp 500 per liter, kemudian naik menjadi Rp 1.000 per liter pada periode 2023-2026. Kuota solar subsidi untuk 2026 diproyeksikan mencapai 18,6 juta kiloliter.

Realisasi subsidi untuk BBM tertentu dan LPG 3 kg sempat turun dari Rp 115,61 triliun pada 2022 menjadi Rp 104,13 triliun pada 2025. Namun outlook 2026 memperkirakan realisasi kembali naik ke angka Rp 116,85 triliun. Perkembangan ini dipengaruhi asumsi dasar ekonomi makro, terutama harga minyak mentah Indonesia, nilai tukar rupiah, volume penyaluran, harga acuan produk, dan pembayaran kekurangan subsidi tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, realisasi subsidi energi sejak 2022 hingga 2025 bergerak fluktuatif dengan kecenderungan meningkat—dari Rp 171,85 triliun pada 2022 menjadi Rp 185,17 triliun pada 2025. Dengan tambahan alokasi di RAPBN 2027, pemerintah berharap beban subsidi tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga benar-benar menjangkau mereka yang membutuhkan melalui pendataan yang lebih presisi.

Redaksi

Redaksi

teropongbisnis.id adalah media online yang menyajikan berita sektor bisnis dan umum secara lengkap, akurat, dan tepercaya.

Rekomendasi

Berita Lainnya

Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold

Sinergi Strategis dengan Muhammadiyah: BSI Perkuat Ekosistem Investasi Emas Lewat Kemitraan MBC Gold

MU ke Craven Cottage, Incar Kemenangan Pertama Lawan Fulham

MU ke Craven Cottage, Incar Kemenangan Pertama Lawan Fulham

Mulai Senin, Perjalanan Line Bogor Kembali Normal 1.065 Trip per Hari

Mulai Senin, Perjalanan Line Bogor Kembali Normal 1.065 Trip per Hari

Transaksi Pameran MTQ di Semarang Tembus Rp2,4 Miliar, Kontrak UMKM Rp7,54 Miliar

Transaksi Pameran MTQ di Semarang Tembus Rp2,4 Miliar, Kontrak UMKM Rp7,54 Miliar

ETH Melompat 7,41 Persen, Sentuh Level USD 2.633

ETH Melompat 7,41 Persen, Sentuh Level USD 2.633