JAYAPURA — Perhelatan yang berlangsung di halaman Museum Loka Budaya Universitas Cenderawasih itu bukan sekadar pameran seni. Impact Papua dirancang sebagai ruang temu pelaku usaha kreatif dari subsektor film, fotografi, mode, musik, hingga kuliner khas Papua untuk memperluas jejaring dan membuka peluang ekonomi baru.
Head of Imaji Papua Yulika Anastasia menegaskan bahwa kolaborasi adalah kunci utama membangun ekosistem kreatif di tanah Papua. "Di tanah Papua, para kreator perlu bergandengan tangan, berkolaborasi membangun Papua lewat ekonomi kreatif, dan maju bersama," ujarnya.
Sentuhan Modern pada Tenun Noken Mama Papua
Salah satu daya tarik utama acara ini adalah Fashion Show Noken yang melibatkan lima desainer muda: Agusta Bunai, Pretty Syul Rogi, Margaretha Uktoselya, Lusi Umbora, dan Alfianty Mandosir. Koleksi yang ditampilkan memadukan unsur budaya tradisional dengan desain kontemporer, menghasilkan karya yang bernilai artistik sekaligus komersial.
Agusta Bunai, desainer asal Wamena, membawa koleksi berbahan benang noken hasil rajutan tangan mama-mama Papua. "Ini upaya mempertahankan kearifan lokal sekaligus menambah nilai jual produk untuk meningkatkan perekonomian masyarakat asli Papua," ungkap Agusta.
Kisah Ekonomi Rakyat dalam Bingkai Film dan Foto
Dari dunia sinema, pengunjung disuguhi pemutaran film dokumenter berjudul "Tong Masih Disini" karya Yulika Anastasia. Film ini mengikuti perjalanan empat tokoh dari Wamena, Jayapura, dan Merauke yang terhubung melalui aktivitas ekonomi sehari-hari—mulai dari pengolahan kopi, perdagangan pinang, hingga produksi sagu.
Pameran fotografi turut meramaikan acara dengan menampilkan 240 karya pilihan dari 34 fotografer yang tersebar di berbagai wilayah Papua. Kurator pameran Yosin Kogoya berharap pengunjung tidak hanya menikmati keindahan visual, tetapi juga merasakan kisah hidup di balik setiap bingkai.
Dukungan Pemerintah untuk Ruang Kreativitas Anak Muda
Kepala Taman Budaya Papua Melki Ohee menilai kegiatan semacam ini krusial dalam memperkuat identitas budaya sekaligus memberi panggung bagi generasi muda. "Kegiatan seperti ini penting untuk memperkuat identitas budaya Papua sekaligus membuka ruang bagi generasi muda untuk berkarya melalui film, fashion, musik, dan seni visual," tuturnya.
Staf Ahli Pemerintahan Kota Jayapura Stem Meraudje menambahkan, geliat kreativitas anak muda merupakan modal strategis pembangunan daerah. "Tong masih di sini, tong masih berkarya. Di tengah berbagai tantangan, semangat untuk membangun dan berkontribusi tidak pernah padam," tegasnya.
Melalui Impact Papua, kreativitas anak muda tidak hanya mendapat apresiasi, tetapi juga diarahkan menjadi kekuatan ekonomi yang berakar pada budaya lokal. Kolaborasi antarpelaku kreatif ini diharapkan semakin membuka kesempatan bagi generasi muda Papua untuk berdaya dan memperkenalkan potensi daerahnya ke kancah yang lebih luas.