DKI JAKARTA — Gempa dahsyat yang berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 15 kilometer itu memicu serangkaian gempa susulan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat setidaknya 235 gempa susulan hingga Sabtu siang, dengan kekuatan bervariasi antara M2,5 hingga M6,2. Getaran yang terus berlanjut ini turut mempersulit proses evakuasi dan pemulihan infrastruktur, termasuk jaringan telekomunikasi.
Genset Jadi Penopang Sementara, Perbaikan Infrastruktur Terus Dikebut
EVP Telkom Regional III, Rachmad Dwi Hartanto, mengungkapkan bahwa penurunan kualitas layanan di wilayah terdampak terutama dipicu oleh dua hal: terputusnya pasokan listrik dari jaringan utama dan kerusakan fisik pada perangkat telekomunikasi. Untuk memastikan perangkat tetap menyala, TelkomGroup mengaktifkan genset tambahan berkapasitas terbatas sebagai sumber daya alternatif.
"Proses pemulihan layanan masih sangat bergantung pada kestabilan pasokan listrik di wilayah terdampak," ujar Rachmad dalam keterangan resminya, Minggu (16/8/2026).
Tim teknis dikerahkan ke lokasi-lokasi strategis untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak. Perusahaan pelat merah ini menargetkan layanan komunikasi dan digital masyarakat dapat kembali normal secepat mungkin, meski diakui kondisi lapangan masih penuh tantangan.
Dampak ke Warga dan Upaya Normalisasi Layanan
Gangguan ini dirasakan langsung oleh warga di sejumlah kabupaten di Pulau Flores. Di tengah situasi darurat, kebutuhan akan akses internet dan telepon menjadi krusial—baik untuk menghubungi keluarga, mencari informasi bantuan, maupun berkoordinasi dengan petugas. TelkomGroup menyadari hal ini dan memprioritaskan pemulihan pada area dengan kepadatan penduduk tinggi serta pusat-pusat evakuasi.
"Kami terus melakukan langkah percepatan perbaikan dengan mengerahkan tim teknis dan sumber daya yang diperlukan agar layanan telekomunikasi dan digital dapat segera kembali normal," kata Rachmad.
Perusahaan meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan selama proses pemulihan berlangsung. Apresiasi juga disampaikan kepada masyarakat yang disebutnya telah memberikan pengertian dan dukungan di tengah kondisi sulit ini.
Kesiapsiagaan di Tengah Ancaman Gempa Susulan
BMKG masih mencatat aktivitas seismik di NTT hingga Minggu (16/8/2026), termasuk gempa M5,2 di sekitar Manggarai Timur yang dipastikan tidak berpotensi tsunami. Situasi ini membuat upaya pemulihan infrastruktur telekomunikasi menjadi pekerjaan rumah yang dinamis—perbaikan bisa saja terganggu jika gempa susulan kembali merusak jaringan.
TelkomGroup memastikan proses pemulihan terus berjalan bertahap dengan prioritas utama menjaga stabilitas operasional perangkat. Langkah ini ditempuh agar layanan darurat masyarakat dan koordinasi logistik bantuan bencana tidak terhambat.